Sejarah Perjalanan Pondok

Tahun 1976

Peletakan Batu Pertama

Peletakan batu pertama hingga penerimaan santri pertama

Tahun 1978

Aparatur

aparatur baru terdiri dari pimpinan umum dua wakil pimpinan. Bagian umum dan bagian Pendidikan juga beberapa divisi di dalamnya

Tahun 1984

Aparatur ke -2

aparatur bertambah; imam masjid, bendahara, pembina khusus, dan petugas koperasi.

Tahun 1986

Fasilitas

1989 kelas sudah lengkap dari tingkat tsanawiyah hingga Aliyah. Meluluskan 5 angkatan khusus putra.

Tahun 1990

Santri

menerima santri putri, masuknya IRM, berdirinya Perpustakaan, BP/GC dan Pembangunan. Dalam periode ini, diresmikan Ikatan Abituren Darul Arqam Muhammadiyah (IKADAM), dibentuk Persatuan Orang Tua Santri Darul Arqam Muhammadiyah POSDAM

Tahun 1999

Kepala Madrasah

diangkat Kepala Madrasah Tsanawiyah dan Kepala Madrasah Aliyah

Tahun 2002

Stafsus

mengangkat staf khusus bidang kurikulum, bidang kesiswaan dan bidang ekstrakurikuler

Tahun 2005

Pengembangan

pengembangan kepala madrasah lebih spesifik; Kepala Madrasah Tsanawiyah Putra, Kepala Madrasah Tsanawiyah Putri, Kepala Madrasah Aliyah Putra dan Kepala Madrasah Aliyah Putri.

Tahun 2010

Bidang Ekonomi

Pondok Pesantren mengangkat seorang Kepala Balai Pengobatan. Adanya Lembaga Haji Muhammadiyah yang dikenal dengan KBIH An-Namiroh Darul Arqam

Tahun 2015

Alumnus

alumni Angkatan pertama menjabat pimpinan pondok. Kemandirian ekonomi pesantren

Mudir (Pimpinan) Dari Masa Ke Masa

K. H. Moch. Miskun Asy-Syatibi

Periode: 1978 - 1983

K. H. Moch. Miskun Asy-Syatibi

Founding Father of Ma’had Darul Arqam Muhammadiyah Garut.

Mamak Mohammad Zein

Periode: 2005 - 2009

Mamak Mohammad Zein

Iyet Mulyana

Periode: 2009 - 2013

Iyet Mulyana

Ruhan Latif

Periode: 2014 - 2018

Ruhan Latif

Ayi Mukhtar

Periode: 2018 - 2022

Ayi Mukhtar

H. Ahmad Syaoqie, S.Ag.,M.Si.

Periode: 2020 - Sekarang

H. Ahmad Syaoqie, S.Ag.,M.Si.

"Tumbuhnya kader ulama yang berwatak kemuhammadiyahan, berakhlakul karimah, bertafaqquh fiddin, dan berwawasan global yang memberikan sibghah di kancah lokal hingga internasional"